Ketika study tour to Java-Bali, kami dari rombongan FBS UNM mengitari tempat wisata di Jawa dan Bali, salah satunya
yaitu di Malang. Nah, di kota ini kami mengunjungi Gunung Bromo. Tepat Pukul 02.30
dini hari, kami dibangunkan. Lalu kami pun bersip-seiap dengan memakai jacket tebal, sepatu, kaos kaki, syal, dan sarung tangan. Kemudian kami berkumpul di samping bus mepersiapkan
diri untuk melakukan
penanjakan. Setelah itu kami menuju jeep yang sudah diatur oleh travel kami. Tujuan kami adalah gunung Bromo. Jalanan menuju lokasi sangat berliku-liku, di samping kiri kanan jalan terlihat tebing yang dalam dengan pepohonan yang besar menambah keindahan alam tersebut.
penanjakan. Setelah itu kami menuju jeep yang sudah diatur oleh travel kami. Tujuan kami adalah gunung Bromo. Jalanan menuju lokasi sangat berliku-liku, di samping kiri kanan jalan terlihat tebing yang dalam dengan pepohonan yang besar menambah keindahan alam tersebut.
Setelah memasuki kawasan, ternyata, wouw… rame
banget!. Disana banyak rombongan foreigners.
Hari masih gelap, tapi susana sangat ramai. Di
warung-warung sepanjang jalan sudah dipenuhi oleh turis yang lagi ngopi, makan
mie instant, beli bunga dll. Banyak juga tempat penyewaan jacket, topi, syal
bagi mereka/wisatawan yang tidak membawa.
Lokasi tempat menyaksikan sunrise di gunung Bromo cukup luas, bersih, dan bagus. Disana terdapat beberapa kursi untuk duduk. Tapi karena saking banyaknya pengunjung, maka kami semua berdiri di sekitar pagar yang sudah dipenuhi turis, sepanjang pagar dan orang-orang berdesak-desakan. Kami memotret untuk mengambil beberapa gambar. Di luar pagar itu terlihat jurang. Hmm… betul-betul indah sekali, kami memotret dari tahap mulai matahari belum muncul sampai benar-banar sepenuhnya muncul. Matahari mulai mencul dan dan perlahan-lahan mulai terang.
Lokasi tempat menyaksikan sunrise di gunung Bromo cukup luas, bersih, dan bagus. Disana terdapat beberapa kursi untuk duduk. Tapi karena saking banyaknya pengunjung, maka kami semua berdiri di sekitar pagar yang sudah dipenuhi turis, sepanjang pagar dan orang-orang berdesak-desakan. Kami memotret untuk mengambil beberapa gambar. Di luar pagar itu terlihat jurang. Hmm… betul-betul indah sekali, kami memotret dari tahap mulai matahari belum muncul sampai benar-banar sepenuhnya muncul. Matahari mulai mencul dan dan perlahan-lahan mulai terang.
Setelah puas
menyaksikan sunrise, kami melanjutkan perjalanan ke Padang Pasir dan
kawah gunung Bromo. Kendaraan hanya
boleh diparkir di pinggir padang pasir, jadi cara mencapai gunung Bromo hanya
berjalan kaki atau naik kuda. Saya khawatir tidak kuat untuk menaiki tangga
dengan anak tangga yang bejumlah 250 buah. Dan saya mencoba untuk tetap
berjalan kaki bersama teman-teman yang lain meskipun ada beberapa orang yang menyewa kuda.
Melewati padang pasir dan sampailah kami di
bawah tangga. Cuaca sangat dingin, saya merapatkan kerah jacket, dan mulai naik
ke atas. Sambil menunggu di bibir kawah, kami motret untuk mengabadikan moment di album
kami. Akhirnya saya bisa melalui bibir kawah
dengan menaiki beberapa anak tangga dan berhenti untuk mengambil nafas
sejenak. Di bibir kawah kami dapat menyaksikan keindahan kota Malang.Walaupun
bau asap belerang menyeruak tajam, asap mengepul dari kawah gunung Bromo. Saya
berdoa agar gunung Bromo tak meletus saat saya dan teman-teman berada disana.
Setelah puas, kami pun menuruni tangga and tak lupa take picture with foreign.
Owwh… Bromo is
wonderful and amazing, when I can back to there????????????

0 comments:
Post a Comment